Belajar Dasar Forex

Seperti layaknya tentara pergi berperang, tentu akan membutuhkan ransel penuh perlengkapan, plus amunisi memadai. Begitu juga seseorang yang akan belajar dasar forex. Jadi “apa yang dibutuhkan?” hampir pasti muncul di benak siapa saja yang baru mengenal dunia forex dan tertarik untuk berkecimpung di dalamnya. Ada salah kaprah bahwa untuk belajar trading forex hanya diperlukan dana saja. Padahal, sebenarnya tidak hanya itu. Ibarat tentara pergi berperang, tentu akan membutuhkan ransel penuh perlengkapan, plus amunisi memadai.

Bagi yang akan belajar dasar forex, maka memerlukan peralatan dan perlengkapan seperti berikut ini, yaitu :

Koneksi Internet Lancar

Sangat penting diperhatikan saat akan memulai belajar trading forex, yaitu koneksi internet. Bagi banyak masyarakat di Indonesia, kebutuhan akan koneksi internet ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena topografi tempat tinggal yang tak memungkinkan koneksi internet berjalan lancar. Bahkan daerah tempat tinggal belum dijamah jaringan internet yang bisa diandalkan. Meski demikian, tak ada alternatif lain. Anda tak bisa trading forex dengan baik jika tak punya koneksi internet lancar. Opsi paling akomodatif apabila kebetulan tinggal

di wilayah tanpa koneksi lancar adalah dengan menggunakan laptop. Pilih laptop berbaterai tahan lama, sehingga bisa diboyong untuk trading di mana saja.

 

Komputer/Laptop

Memiliki perangkat komputer atau laptop adalah kebutuhan mutlak bagi seorang trader. Apalagi di era serba mobile seperti saat ini, trading forex juga bisa dilakukan bahkan dengan smartphone atau tablet. Namun, grafik pergerakan harga pada platform mobile akan terlalu kecil dan tak ideal untuk belajar trading forex. Karenanya, komputer atau laptop merupakan pilihan yang lebih baik. Anda tak membutuhkan perangkat dengan dua atau tiga monitor seperti trader-trader profesional, cukup satu saja komputer atau laptop. Tak perlu juga komputer atau laptop mahal ala gamer profesional. Yang penting punya kinerja yang handal.

 

Modal yang cukup

Sudah punya perangkat hardware dan software yang mumpuni tidaklah cukup, lalu apalagi yang dibutuhkan? sudah pasti modal. Namun, ini bukan modal biasa, melainkan sejumlah dana yang Anda siap mengalami loss nantinya, dan jumlahnya bervariasi tergantung kesiapan Anda ketika bertransaksi. Namun jika tidak punya modal cukup yang bisa di resikokan, tidak masalah. Ada broker-broker tertentu yang menawarkan bonus langsung setelah Anda mendaftar dengan besaran bervariasi antara $ 3 hingga $ 30 atau lebih. Dengan begitu, Anda bisa langsung belajar trading di sana tanpa perlu mengirim deposit terlebih dahulu, Diantaranya adalah Agea, Instaforex, broker FBS, dan FXOpen. Trading dengan dana bonus mungkin akan kurang profitable dalam jangka panjang, tetapi cukup bagus untuk sekedar belajar saja. Poinnya pentingnya di sini, Anda bisa mengetahui

bagaimana melakukan buy/sell, memantau pergerakan harga, dan mengendalikan dana terbatas yang dimiliki.

 

Platform Trading

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya saat akan memulai trading, yaitu perlu adanya platform trading. Ini merupakan alat bantu utama agar bisa bertrading forex online. Ada bermacam-macam platform trading forex, tetapi yang paling masyhur dan cocok untuk pemula adalah Metatrader4 (MT4). MT4 disediakan oleh mayoritas broker lokal maupun mancanegara. Untuk mendapatkan akses ke platform trading, Anda cukup mendaftar akun demo di broker tertentu atau mengunduh via situs pengembangnya. Setelah mengunduh dan mendapatkan akses platform, Anda akan mampu melihat langsung bagaimana trading forex online itu, lebih dari sekedar membaca panduan yang didapat di internet. Jawaban mengenai berbagai pertanyaan tentang bagaimana cara buy/sell dan memasang indikator pun bisa langsung dipraktekkan sendiri.

 

Agenda Kegiatan Belajar Trading Forex

Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah memiliki agenda atau catatan trading. Bentuknya bisa berupa buku catatan biasa maupun spreadsheet Excel. Yang terpenting adalah agar bisa belajar dari kesalahan-kesalahan kita dalam bertransaksi forex dan tidak mengulangi kekeliruan yang sama. Dalam jurnal tersebut nantinya juga bisa dituturkan mengenai berbagai sistem trading yang telah dicoba dan seberapa tinggi kemungkinan menangnya atau Win Rate, maupun hal-hal yang tidak dipahami saat ini dan perlu ditanyakan pada trader yang lebih berpengalaman.

Jika Anda sudah memiliki kelengkapan yang dibutuhkan untuk belajar trading forex, lalu carilah bahan sebagai patokan belajar. Bahan bisa diperoleh melalui bergabung dengan komunitas trader di kawasan Anda, mengikuti seorang figur mentor tertentu, maupun otodidak dengan sumber-sumber online.

Teknik Trading Forex yang wajib dipelajari

Meskipun kondisi pasar forex tidak stabil dan cepat sekali berubah. Namun perlu Anda ketahui bahwa ada tiga dasar teknik trading forex yang hampir selalu konstan dan wajib diketahui semua trader. Banyak trader forex mencari strategi ampuh untuk mendapatkan keuntungan secara instan. Padahal belajar forex secara bertahap merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Bahkan para trader berpengalaman pun masih harus terus belajar agar selalu bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang selalu berubah-ubah. Strategi yang berjalan lancar hari ini bisa tiba-tiba mengakibatkan loss besar-besaran minggu depan, sehingga penyesuaian selalu perlu dilakukan.

Buy at Support

Kondisi ini berarti seorang trader direkomendasikan untuk membuka posisi “buy” pada suatu pair saat harga berada di level terendah (level support). Dengan ekspektasi setelah mencapai level terendah kemudian harga akan berbalik naik, maka disini trader wajib mempelajari teori support-resistance dengan baik. Salah satu teknik trading forex yang paling banyak direkomendasikan adalah melakukan buy ketika harga bullish sedang terkoreksi. Sebagaimana bisa dilihat di gambar dibawah ini, saat tren bullish pun harga tak mulus naik terus. Beberapa kali, grafik “terkoreksi”, mundur sebelum kemudian naik lagi. Nah, di momen-momen itu lah yang sering dianggap terbaik untuk “buy” suatu pair forex. Bagaimana untuk mengetahui kalau harga akan melesat naik lagi atau terus berbalik turun? Untuk ini, perlu dipelajari dan dipraktekkan dulu berbagai teknik mengenali support-resistance.

Trade with The Trend

Bagi trader forex, trend adalah kawan paling akrab yang bila kita berusaha melawannya maka bisa-bisa jadi berbahaya. Memang ada teknik trading forex “melawan tren”, tetapi pada umumnya dalam bertrading, akan lebih mudah untuk panen profit jika “trade with the trend”. Secara kasar, ini artinya, jika ada uptrend (tren naik), maka trader sebaiknya hanya buka posisi “buy” saja. Sebaliknya, saat downtrend (tren turun), sebaiknya hanya buka posisi sell saja. Namun, jika lebih cermat lagi maka perlu juga mengetahui bagaimana bertrading di tengah tiga trend dalam forex: bullish (saat harga suatu pair naik), bearish (saat harga suatu pair turun), dan sideways/ranging (saat harga bergerak naik-turun dalam kisaran sempit). Setiap trader perlu mengenal apa itu “trend” dan bagaimana mendeteksi awal dan akhir tren. Pemahaman ini sangat penting karena berhubungan dengan bagaimana kita akan mentradingkan suatu pasangan mata uang nantinya.

Sell at Resistance

Kebalikan dari poin satu tadi, saat posisi Sell sebaiknya dibuka ketika harga berada di puncak (level resistance), dimana harga akan berbalik dari naik ke turun. Di sini pun, adalah suatu langkah yang bagus untuk melakukan “sell” ketika tren bearish sedang terkoreksi. Umpama pair forex GBP/USD sedang anjlok. Untuk beberapa saat, harga akan merosot terus, tetapi nanti akan ada momen dimana harga seakan-akan akan berbalik naik. “Koreksi” semacam ini banyak dicari trader, karena jika situasinya tepat maka harga bukannya naik terus, tetapi kembali melanjutkan tren awalnya, yakni bearish.

Apakah menurut Anda kedengarannya mudah? sebaiknya untuk membuktikannya bisa coba dulu di akun demo.