Belajar Trading Saham

nasdaq-stock-wall

Belajar Trading Saham, Tips Untuk Pemula

Trading saham adalah proses transaksi berupa pembelian dan penjualan saham pada perusahaan. Saham yang saat ini terpopuler di dunia adalah Apple, Facebook, Disney, Microsoft, Amazon, Netflix, dan lainnya. Pada pasar saham, pasti ada penjual saham dan pembeli saham. Artikel ini akan memahami bagaimana belajar trading saham.

Jika pembeli saham lebih banyak daripada penjual saham, maka permintaan saham akan meningkat. Meningkatnya permintaan saham menyebabkan kenaikan harga saham. Sebaliknya, jika penjual saham lebih banyak daripada pembeli saham, maka cadangan saham akan meningkat. Meningkatnya cadangan saham akan menyebabkan penurunan harga saham.

Tips Memulai Trading Saham

Untuk trader pemula, pasti akan cukup membingungkan bagaimana cara memulai trading. Berikut ini adalah sepuluh langkah awal yang diperlukan oleh seorang trader pemula.

Daftar Akun Broker Saham

Pertama-tama, trader perlu mencari broker saham yang terpercaya. Setelah itu, trader perlu membuka akun baru dan mempelajari berbagai fasilitas yang diberikan oleh broker. Bahkan beberapa broker menawarkan layanan trading virtual untuk media latihan trader. Hal ini tentunya menguntungkan bagi trader karena trader tidak perlu mengorbankan uangnya.

Baca Buku Referensi

Tidak seperti seminar, buku memiliki banyak sekali informasi mengenai trading saham dengan harga yang terjangkau. Salah satu buku tutorial trading terbaik adalah How to Make Money in Stocks karya William O’Neil, pendiri CANSLIM Trading.

how to make money in stocks cover

Baca Artikel

Selain buku, artikel adalah sumber informasi yang baik. Beberapa laman web bahkan memberikan informasi secara gratis kepada para trader atau calon trader. Salah satu laman web terpopuler untuk tutorial trading adalah investopedia.com.

Cari Mentor

Mentor bisa saja berupa saudara, anggota keluarga, rekan kerja, teman, atau siapa saja yang memiliki pemahaman lebih mengenai pasar saham. Mentor yang baik adalah orang yang bersedia menjawab pertanyaan Anda, memberikan bantuan dan rekomendasi sumber-sumber bacaan terpercaya, dan menyemangati Anda ketika Anda sedang jatuh. Para investor yang sudah sukses umumnya memiliki mentor saat pertama kali memulai trading. Anda juga mungkin bisa menemukan mentor pada forum-forum online. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati dalam memilih mentor pada forum online tersebut. Tidak semua partisipan forum adalah trader berpengalaman.

Pelajari Kisah Trader Sukses

Trader bisa menambah inspirasi dan pandangan baru dengan membaca kisah para trader yang sudah sukses. Beberapa trader internasional sukses di antaranya Warren Buffet, Jesse Livermore, George Soros, Benjamin Graham, dan Peter Lynch.

Cari Berita Mengenai Pasar Saham

Trader sebaiknya sering membuka situs atau menonton berita mengenai pasar saham. CNBC, Market Watch, Wall Street Journal, dan Bloomberg adalah situs terpercaya yang memberikan informasi mengenai pasar saham terbaru. Dengan mengetahui berita-berita ini, trader akan terbiasa dengan tren dan analisis ekonomi. Trader juga akan terbiasa melihat grafik pergerakan saham.

Ikuti Seminar atau Kuliah Online

Seminar dapat memberikan pandangan baru mengenai pasar secara keseluruhan maupun secara spesifik. Setiap seminar biasanya akan fokus pada satu aspek trading tertentu. Akan tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan mengenai hal ini. Trader sebaiknya tidak tergiur dengan tawaran harga seminar yang murah. Trader perlu mengamati dengan cermat isi seminar yang ditawarkan. Alih-alih mendapatkan ilmu, trader malah akan kehilangan uang dan mendapatkan tips yang sudah “usang”.

Gunakan Simulator

Saat pertama kali mendaftar akun pada suatu platform broker, trader sebaiknya menggunakan simulator untuk melakukan trading. Dengan ini, trader akan menjadi lebih familiar dengan fitur-fitur platform tersebut.

Pasar Saham

Pasar saham adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual saham di suatu daerah tertentu. Di Indonesia, hanya terdapat satu pasar saham yaitu Bursa Efek Indonesia. Sementara pasar saham terbesar di dunia adalah New York Stock Exchange (NYSE) dengan NASDAQ. Keduanya berbasis di Amerika Serikat. Ketika suatu perusahaan menawarkan sahamnya di pasar saham, maka siapapun dapat langsung membeli sahamya.

Strategi Trading Saham

Terdapat beberapa strategi trading saham. Strategi yang paling populer adalah “beli dan tahan”. Trader pertama membeli sejumlah saham, lalu mempertahankannya selama bertahun-tahun. Strategi yang berkebalikan dengan strategi ini adalah “trading harian”. Pada strategi ini, trader membeli sejumlah saham, lalu menjualnya kembali di hari yang sama.

Setiap strategi memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Trading harian membutuhkan biaya yang lebih tinggi karena trader akan sering melakukan trading. Untuk menjaga kebutuhan biaya, investor ternama seperti Warren Buffet dan John Bogle merekomendasikan untuk membeli dan menahan seluruh saham di pasar saham. Hal ini diberi istilah “investasi pasif”. Dengan membeli semua saham, trader akan memiliki saham di berbagai perusahaan besar. Hal ini akan meminimalisir risiko jangka panjang seorang trader.

Tiga strategi umum lainnya di antaranya trading momentum, swing trading, dan penny stock trading. Trading momentum adalah proses transaksi jual beli saham suatu perusahaan yang berkembang dengan sangat pesat. Kemudian trader akan menjual sahamnya kembali sebelum sahamnya mencapai harga puncak. Swing trading menggunakan analisis teknis untuk mengidentifikasi rentang trading. Kemudian trader akan membeli dan menjual sahamnya dalam rentang tersebut. Penny stock trading adalah proses transaksi jual beli saham dari suatu perusahaan yang sangat kecil. Harga saham yang ditawarkan cenderung murah, dengan harga di bawah 1 dolar AS.

Cara Melakukan Trading Saham

Secara sederhana, terdapat lima langkah yang perlu dilakukan oleh trader, di antaranya memilih apakah ingin membeli atau menjual saham, menentukan kuantitas, menentukan simbol, memilih tipe order, mengulas kembali order hingga akhirnya melakukan transaksi. artikel ini membahas belajar trading saham.

Pertama-tama, trader menentukan saham apa yang dibeli atau dijualnya. Setelah itu, trader memasukkan data berapa banyak saham yang akan dibeli atau dijual. Kemudian trader memilih simbol yang ada pada platform. Simbol tersebut merupakan lambang-lambang perusahaan. Misalnya, “AAPL” untuk Apple, “FB” untuk Facebook, dan “DIS” untuk Disney. Jika trader tak yakin dengan simbol yang tertera, trader dapat meng-klik bagian simbol lalu mencari perusahaan yang diinginkan.

Setelah itu, trader memilih tipe order yang diinginkan: “market”, “limit”, dan “stop”. “Market order” adalah proses transaksi jual beli saham secara langsung pada pasar market yang terbaik pada saat itu. “Limit order” adalah proses transaksi jual beli saham yang hanya mempertimbangkan harga saham. Sementara “stop loss order” adalah kombinasi dari market order dan limit order.

Trader pemula sebaiknya menggunakan tipe market order. Terakhir, trader dapat mengulas kembali kemudian menekan tombol “place trade”. Umumnya, akan muncul sebuah halaman yang memberikan informasi mengenai kesimpulan transaksi yang sudah dilakukan.

Kesimpulan

Trading saham adalah proses transaksi jual beli saham suatu perusahaan pada pasar saham. Trader pemula sebaiknya mencari informasi dari berbagai macam referensi terpercaya untuk menambah pengetahuan dan inspirasi mengenai trading. Selain itu, trader juga dapat melakukan percobaan trading sebelum terjun langsung dalam trading saham.

Hal ini dilakukan agar trader memahami dengan baik bagaimana seluk beluk platform trading yang disediakan oleh para broker. Semoga artikel anda bisa belajar trading saham.