Indikator Trading Terbaik dan Efektif

Indikator trading digunakan oleh para investor dan para trader untuk membantu proses identifikasi titik masuk dan keluar dalam trading yang memiliki probabilitas tinggi. Tentunya kita dapat dengan mudah menemukan ratusan indikator pada mayoritas platform trading. Jadi, sangat mungkin apabila kita ternyata malah menggunakan terlalu banyak indikator. Mungkin juga jika kita bahkan tidak menggunakan indikator-indikator tersebut secara efektif.

Anda mungkin masih bingung dalam memilih indikator trading yang tepat. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai cara memilih berbagai macam indikator yang tepat. Artikel ini juga akan membahas cara menghindari informasi yang berlebihan. Sementara poin terpenting yang akan dibahas adalah cara mengoptimalkan indikator untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan menggunakan perangkat analisis teknis.

Cara Menggunakan Beberapa Indikator Trading

Macam-Macam Indikator

Indikator teknis adalah indikator yang dihitung secara matematis berdasarkan instrumen-instrumen trading sebelumnya. Indikator teknis juga memperhitungkan harga mata uang saat ini dan volume perdagangan. Para analis teknis biasanya menggunakan informasi ini untuk mengevaluasi histori performansi dan memprediksikan harga untuk beberapa waktu ke depan. Sayangnya, tidak semua indikator memberikan petunjuk sinyal beli dan sinyal jual. Seorang trader harus menginterpretasikan sendiri sinyal tersebut. Sinyal itu lalu digunakan untuk menentukan titik masuk dan keluar yang sesuai dengan gaya tradingnya sendiri. Terdapat beberapa macam indikator trading, di antaranya tren, momentum, volatilitas, dan volume.

Menghindari Keberlimpahan Informasi

Informasi yang muncul berulang kali namun dengan isi informasi yang sama disebut multicollinearity. Hal ini adalah masalah yang umum terjadi pada analisis teknis. Multicollinearity biasanya terjadi saat lebih dari satu macam indikator digunakan di dalam satu grafik. Akhirnya, hasil yang diperoleh akan berlimpah. Keberlimpahan ini kemudian akan menimbulkan kesalahan dalam penafsiran. Beberapa trader bahkan dengan sengaja menggunakan bermacam-macam indikator dengan tipe yang sama. Mereka melakukannya dengan tujuan untuk memastikan pergerakan harga. Namun, pada realitanya, multicollinearity dapat membuat variabel yang seharusnya penting jadi terlihat tidak penting. Maka, hal ini akan membuat perkiraan kondisi pasar menjadi tidak akurat.

Menggunakan Indikator Pelengkap

Para trader sebaiknya menggunakan indikator pelengkap untuk menghindari terjadinya multicollinearity. Sehingga mereka dapat memperoleh hasil yang tidak saling tumpang tindih. Dengan menggunakan berbagai macam indikator dalam satu grafik, multicollinearity dapat diatasi. Misalnya, seorang trader dapat menggunakan satu indikator tren dan satu indikator momentum seperti Average Directional Index (ADX) dan stochastic oscillator. Grafik di atas adalah salah satu grafik yang menggunakan kedua contoh indikator tersebut. Masing-masing indikator memberikan informasi yang berbeda mengenai kondisi pasar. Jadi, indikator tersebut dapat menjadi pelengkap informasi satu sama lain.

Cara Mengatur Grafik Trading

Grafik Yang Jelas dan Mudah Terbaca

Grafik adalah portal menuju pasar mata uang. Oleh karena itu, grafik yang menunjang sangat penting untuk menganalisis pasar. Grafik yang mudah dibaca dapat meningkatkan kewaspadaan para trader. Selain itu, grafik juga bisa membantu trader untuk menentukan respon terhadap aktivitas pasar. Mayoritas platform trading menyediakan fitur pengaturan warna dan desain grafik, dari warna dan gaya latar belakang dan moving average, hingga ukuran, warna dan jenis huruf yang muncul pada grafik. Grafik yang jelas dan mudah dibaca akan membantu para trader lebih efektif dalam menggunakan indikator yang ada.

Keberlimpahan Informasi

Pada umumnya, para trader akan menggunakan lebih dari satu layar monitor untuk menampilkan beberapa grafik. Sehingga informasi yang diperoleh bisa terlalu berlimpah. Keberlimpahan ini terjadi saat seorang trader menginterpretasi terlalu banyak data sehingga data yang penting malah terlewat. Hal ini sering disebut dengan istilah analisa paralisis. Para trader akan sulit merespon situasi jika terlalu banyak data yang tersedia. Lalu, apa yang perlu dilakukan? Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan cara mengeliminasi beberapa indikator yang tak diperlukan. Jika terdapat sejumlah indikator yang sama pada grafik, salah satu indikator dapat dihapus. Cara ini pun dapat membantu trader untuk menilai kembali grafik tersebut.

Pengaturan Grafik

Mengatur lembar kerja dengan analisis yang tepat bukanlah proses yang mudah. Indikator teknis yang digunakan dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut bergantung pada kondisi pasar, strategi dan gaya trading.

Cara Menggunakan Indikator Trading Secara Efektif

Apabila diatur dengan pengaturan yang mudah dimengerti, grafik dapat disimpan. Jadi para trader tidak perlu mengubah format grafik setiap kali platform trading ditutup dan dibuka. Bersamaan dengan indikator teknis, parameter grafik juga bisa diubah tanpa perlu mengubah warna dan layout lembar kerja. Parameter grafik yang dapat diubah di antaranya:

Warna

Agar seluruh data dapat terbaca dengan jelas, warna pada grafik perlu dibuat kontras. Selain itu, salah satu warna latar belakang dapat digunakan untuk warna grafik. Warna latar belakang yang berbeda dapat digunakan untuk simbol grafik lainnya. Dengan hal ini, para trader lebih mudah mengisolasi data.

Layout

Lembar kerja lebih mudah digunakan apabila seorang trader menggunakan lebih dari satu monitor. Satu monitor dapat digunakan untuk memasukkan data, dan monitor yang lainnya digunakan untuk menampilkan harga. Jika indikator yang sama digunakan pada lebih dari satu grafik, maka akan lebih baik jika indikator tersebut ditempatkan dengan posisi dan warna yang sama. Hal ini akan memudahkan trader untuk menemukan dan menginterpretasi aktivitas pasar.

Ukuran dan Jenis Huruf

Huruf yang tebal dan besar akan memudahkan trader. Para trader dapat mengatur ukuran dan jenis huruf sesuai dengan gayanya sendiri. Satu ukuran dan jenis huruf dapat diaplikasikan untuk seluruh grafik secara otomatis.

Mengoptimalkan Indikator

Variable Masukan

Para trader bebas menggunakan indikator yang diinginkannya. Pada umumnya, indikator yang digunakan adalah moving average dan oskilator. Kedua indikator ini dapat dengan mudah diatur dengan mengubah nilai inputnya. Perubahan nilai input akan mempengaruhi perilaku indikator. Variabel masukan seperti tipe harga data yang digunakan dalam perhitungan dapat menjadi indikator alternatif. Indikator alternatif ini digunakan untuk menentukan kondisi pasar yang berbeda-beda.

Optimasi

Saat ini sudah banyak platform trading yang menyediakan fitur optimasi untuk menentukan input agar memperoleh hasil optimal. Misalnya, trader dapat memasukkan data panjang dari moving average. Setelah itu, platform akan melakukan perhitungan secara otomatis. Perhitungan dilakukan untuk mencari input yang sesuai agar hasilnya optimal. Optimasi multivariabel bahkan dapat menganalisa lebih dari dua simultan input. Kedua input dikombinasikan agar mendapat hasil optimal. Cara ini penting saat menyusun objek strategi untuk menentukan titik masuk dan keluar.

Kesimpulan

Analisis teknis memang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan. Ingat, tak ada satupun kombinasi indikator yang dapat memprediksikan pergerakan pasar secara akurat setiap saat. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Indikator yang terlalu banyak atau penyalahgunaan indikator dapat membuat trader kebingungan. Di sisi lain, trader yang menggunakan indikator-indikator teknis secara hati-hati akan lebih mudah mendapatkan hasil yang akurat. Pada akhirnya, trader pun akan lebih sukses.